Berita Teknologi 26 Februari 2026: Nvidia Catat Rekor $68,1 Miliar di Q4 FY2026, AI Jadi Mesin Uang Utama
Berita Teknologi 26 Februari 2026: Nvidia Catat Rekor $68,1 Miliar di Q4 FY2026, AI Jadi Mesin Uang Utama
Perkembangan teknologi hari ini, 26 Februari 2026, didominasi oleh laporan keuangan fenomenal Nvidia untuk kuartal keempat fiskal 2026 (berakhir 25 Januari 2026). Perusahaan chip AI terdepan ini melaporkan pendapatan rekor, mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung revolusi AI global.
Berikut rangkuman berita teknologi terbaru hari ini, fokus pada hasil Nvidia dan implikasinya.

Nvidia Q4 FY2026: Pendapatan Rekor $68,1 Miliar (+73% YoY)
Nvidia mengumumkan hasil keuangan Q4 FY2026 pada 25 Februari 2026, dengan pencapaian luar biasa:
- Total Revenue: $68,1 miliar, naik 73% dari tahun sebelumnya dan 20% dari kuartal sebelumnya.
- Data Center (bisnis AI utama): $62,3 miliar, menyumbang ~91% total pendapatan, naik 75% YoY.
- Full Year FY2026: $215,9 miliar, melonjak 65% YoY.
- EPS GAAP: $1,76 (di atas ekspektasi analis).
- Gross Margin: ~75%, menunjukkan profitabilitas tinggi meski skala bisnis raksasa.
Ledakan permintaan chip AI seperti Blackwell menjadi pendorong utama, dengan hyperscaler (Meta, Google, Microsoft) terus berinvestasi besar.
Guidance Q1 FY2027: $78 Miliar, Lebih Tinggi dari Ekspektasi
Nvidia memberikan panduan optimis untuk kuartal berikutnya:
- Pendapatan diperkirakan $78 miliar (±2%), naik signifikan dan melebihi proyeksi Wall Street.
- Ini mengindikasikan pertumbuhan tahunan mendekati 80% jika tercapai.
CEO Jensen Huang menekankan era baru “agentic AI” — AI yang bertindak mandiri sebagai agen digital. Chip Grace Blackwell diklaim bisa turunkan biaya inferensi hingga 10x, mempercepat adopsi AI massal.
Reaksi Pasar: Sell the News, Saham Terkoreksi Tipis
Meski hasil memukau, saham Nvidia (NVDA) hanya naik sedikit di after-hours lalu terkoreksi sekitar 3% di sesi reguler. Fenomena “sell the news” ini karena:
- Investor sudah terbiasa dengan beat ekspektasi Nvidia.
- Valuasi saham tinggi.
- Kekhawatiran inflasi, geopolitik, dan keberlanjutan growth jangka panjang.
Namun, analis mayoritas tetap bullish dengan target kenaikan 30–50% dalam 12 bulan ke depan.
Dampak ke Indonesia: Peluang dan Tantangan AI
Ledakan AI Nvidia berdampak langsung ke Indonesia:
- Harga GPU Tetap Tinggi — Permintaan global tinggi membuat GPU Nvidia (untuk training/inferensi AI) sulit didapat dan mahal, memengaruhi developer, peneliti, dan startup lokal.
- Peluang Besar bagi Ekosistem Lokal — Platform seperti CUDA dan DGX Nvidia jadi standar dunia. Dengan program pemerintah untuk pelatihan AI UMKM dan transformasi digital, developer Indonesia bisa manfaatkan momentum ini untuk inovasi, seperti AI untuk e-commerce, pertanian, atau layanan publik.
Indonesia bisa akselerasi ekonomi digital dengan memanfaatkan ekosistem Nvidia, terutama jika investasi infrastruktur cloud dan talenta AI ditingkatkan.
Kesimpulan
Laporan Q4 FY2026 Nvidia mengonfirmasi: AI bukan lagi tren, melainkan infrastruktur ekonomi baru. Nvidia bukan sekadar pembuat chip, tapi fondasi revolusi AI global.
Pertanyaannya sekarang: seberapa cepat dunia — termasuk Indonesia — bisa mengejar kebutuhan komputasi AI yang terus melonjak. Tahun 2026 berpotensi jadi titik balik permanen bagi bisnis dan inovasi berbasis AI.
Jemi Oktavian
Web Developer & Designer